Senin, 18 Agustus 2014

CINTA KEPADA ALLAH

Dalil syar'i tentang cinta kepada Allah (Mahabbah)

Allah SWT berfirman :
" Katakanlah, 'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya. dan rumah tinggal yang kamu sukai dari Alah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNy, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah memberi petunjuk kepada orang fasik "
( Qs. At Taubah (9) : 24 )

Rasulullah SAW bersabda :
" (Makna) Iman adalah bahwa Allah dan RasulNya lebih kamu cintai dari yang lain."

Rasulullah SAW bersabda :
" Cintailah Allah, karena Diallah yang memberi makan kalian dan nikmat nikmat lainnya. Dan cintailah aku, karena Allah mencintai aku".

Hazrat Abu Bakar Ash Shidiq RA berkata :
" Kelezatan dari cinta yag tulus (murni) seseorang kepada Allah Ta'ala niscaya akan mencegahnya dari sibuk mencari dunia dan berharap keridhaan kepada manusia."


Hakikat dan Sebab Cinta Kepada Allah


Pada suatu hari Nabi Isa AS berlalu di dekat tempat sekelompok orang yang kurus badannya karena banyak beribadah.
Mereka berkata, : Kami takut pada neraka dan berharap surga"
Beliau bersabda kepada mereka :  " Itu berarti kalian takut kepada makhluk dan berharap kepada makhluk".
Dalam kesempatan lain, beliau berlalu di dekat sekelompok lainnya dan berkata ; " Kami beribadah kepada Allah karena kami cinta kepadaNya"
Sabda beliau kepada mereka : Jika benar demikian, kalian adalah wali-wali Allah. Aku di suruh bergabung bersama kalian.

Allah Ta'ala menurunkan wahyu kepada Nabi Daud As :
" Yang paling kucintadi antara hamba-hambaKu adalah orang yang menyembahKu, sekalipun ia tidak menerima karunia apapun dariKu dan orang yang menunaikan kewajibannya kepadaKu dengan penuh keimanan".

Dalam kitab Zabur dapat di temukan Firman Allah SWT :
" Siapakah yang lebih besar dosanya daripada orang yang menyembah kepadaKu karena mengharapkan surgaKu atau takut neraka. Jikalau tidak Aku ciptakan surga dan neraka, apakah aku tidak berhak untuk disembah?

Rasulullah SAW bersabda :
" Janganlah salah seorang di antara kalian seperti seorang pekerja yang jahat, jikalau ia tidak diberi upah (tidak takut) niscaya tidak bekerjalah ia."

Allah SWT berfirman :
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram ."
(Qs ar Rad (13):28)

Sayidina Abu Bakar Ash Shidiq berkata :
" Kenikmatan yang di peroleh seseorang dalam cintanya kepada Allah menjadikannya tidak suka mengejar dunia dan menjauhkannya dari kesibukkan dengan orang lain."

Rasulullah SAW bersabda :
" Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menurunkan cobaan kepadanya. Jika ia tetap sabar dengan cobaan itu, maka Dia akan memilihnya. Jika ia tetap ridha, maka Dia akan mencintainya."

Nabi SAW bersabda :
" Wahai orang orang miskin, berikanlah keridhaan kepada Allah dari lubuk hati kalian, niscaya dengan keridhaan itu kalian akan memperoleh pahala yang melimpah dari kemiskinanmu. Dan jika kalian tidak ridha, maka kalian tidak akan memperoleh yang demikian."

Allah Ta'ala menurunkan wahyu kepada Nabi Daud AS :
" Wahai Daud, ingat kepadaKu adalah bagi orang orang yan berdzikir, SurgaKu bagi orang yang taat, KunjunganKu bagi orang yang rindu padaKu, dan Aku bagi orang yang ikhlas mencintaiKu."


Allah SWT berfirman :
" Wali wali Ku hidup di dalam tendaKu. Tidak ada yang tahu kecuali Aku sendiri".


 Allah SWT berfirman dalam hadist Qudsi :
" Ikhlas adalah salah satu rahasia di antara rahasia-rahasiaKu yang tersembunyi yang Kusimpan dalam hati orang yang Kucintai di antara hamba hambaKu."


 Rasulullah SAW bersabda :
" Akan terdapat pada umatku suatu kaum yang rambutnya kusut masai dan pakainanya bertambal tambal tampak tidak bersih. Namun bila mereka bersumpah kepada Allah, niscaya Dia akan memberi kabajikan kepadanya."









Rabu, 13 Agustus 2014

HASAD (DENGKI)

Hasad (dengki)

Sifat dengki bersumber dari sifat kikir yaitu sifat yang lebih jelek dari sifat pelit. Karena orang yang pelit adalah orang yang menyimpan sesuatu yang sudah ada di tangannya dan tidak mau memberikannya kepada orang lain, sementara orang yang kikir adalah orang yang menyimpan nikmat Allah SWT, sekalipun belum berada di dalam genggamannya. Intinya dia tidak senang jika seseorang mendapat kenikmatan dari Allah SWT. Orang yang dengki adalah orang yang merasa berat hati karena pemberian Allah SWT kepada salah satu hambaNya. Baik pemberian berupa ilmu, harta, kecintaan masyarakat ataupun pemberian pemberian yang lainnya. Bahkan terkadang orang yang dengki lebih suka dengan hilangnya sebuah nikmat dari saudaranya walaupun ia sadar bahwa dia tidak akan mendapatkan keuntungan apa apa.
Sifat dengki atau iri hati merupakan sebagian dari dendam.Dan sifat dendam merupakan sebagian akibat dari rasa marah.
Dan dikatakan bahwa makhluk pertama yang mempunyai rasa dengki di langit adalah Iblis sampai sekarang dan manusia pertama mempunyai rasa dengki di dunia adalah Gobil terhadap saudaranya yaitu Habil.

Allah SAW berfirman :
" Janganlah kamu iri hati (dengki) atas pemberian Allah kepada sebagian kamu yang lebih banyak daripada sebagian yang lain".


Rasulullah SAW bersabda  :
" Janganlah saling mendengki, memutuskan tali silahturahmi, membenci, membelakangi satu sama lain. Wahai para hamba Allah, bersaudaralah kalian satu sama lain".

Orang yang dengki adalah orang yang sangat tersiksa batinnya, akan tetapi tidak bisa di kasihani. di dunia ini dia selalu merasakan siksaan batin, sebab dia selalu dengki jika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan atau menerima kelebihan. Padahal dalam kenyataannya, dunia ini tidak pernah sepi dari para teman, saudara dan orang lain yang di beri kenikmatan oleh Allah SWT baik berupa ilmu, harta, pangkat ataupun nikmat yang lainnya.

Rasulullah SAW bersabda :
" Sesungguhnya nikmat Allah kepada kita mempunyai musuh : "Siapa musuh itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab : " Mereka yang iri dan dengki kepada manusia karena kurnia Allah yang telah diberikan kepada manusia."

Ahli bijak berkata : " Induk atau biang daripada kesalahan adalah tiga : dengki, tamak dan takabur.
Takabur berasal dari Iblis, di mana ia sombong dan takabur, enggan sujud kepada Adam,
Tamak adalah dari Adam, ketika surga di serahkan kepadanya dan seisinya, kecuali satu pohon tapi ia tetap mendekati juga sehingga ia harus keluar dari sorga.
Adapun dengki (hasad) adalah berasal dari Gobil yang membunuh saudaranya, sehingga karena itu ia menjadi kafir.

Anas bin Malik RA meriwayatkan, " Pada suatu hari kami duduk di sisi Rasulullah SAW, lalu dia bersabda, " Akn muncul sekarang ini seorang penghuni surga lewat jalan ini." Lalu muncullah seorang laki laki dari kaum anshar melewati jalan itu, dan Abdullah bin Amr bin Al Ash  memberitahu kepada laki laki dari kaun Anshar itu tentang perkatan Rasulullah SAW mengenai dirinya. Lalu 'Abdullah bertanya kepadanya amalan apakah yang membuat ia mendapat kedudukan yang mulia itu (ahli Sorga). laki laki Anshar itu menjawab : " Aku tidak pernah dengki kepada kaum Muslim karena kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.

Rasulullah SAW bersabda :
" Tiada seorangpun yang terlepas dari tiga hal berikut, yaitu berprasangka buruk (Su'udzan), dengki dan sifat jahat. Dan aku terangkan kepadamu jalan keluar dari ketiga hal tadi. Apabila muncul su'udzan, maka jangan mempercayainya. Apabila kamu temukan kejahatan, maka jangan melakukannya. Dan apabila kamu membenci atau dengki, maka jangan kamu menyelidiki kebencian itu dan jangan ,melampai batas."

 Rasulullah SAW bersabda :
" Telah menyerang kepadamu penyakit penyakit kaum sebelum kamu, yaitu dengki dan benci. Benci itu ibarat gunting. Aku tidak mengatakan bahwa benci itu gunting rambut tetapi gunting agama. Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk surga kecuali kamu beriman, dan kamu sekali kali tidak beriman kecuali saling mengasihi satu sama lain. Akan kuberi tahu kepadamu hal apa yang akan menetapkan demikian padamu, yaitu tebarkanlah salam di antara kalian."

Rasululullah SAW bersabda :
" Hampir hampir kemiskinan mendekatkan pada kekufuran, dan hampir hampir kedengkian mengalahkan takdir".

Rasulullah SAW bersabda :
" Sesungguhnya umatku akan ditimpa penyakit umat-umat yang lain."
Lalu para sahabat bertanya. " Apakah penyakit umat-umat yang lain itu?" Jawab Nabi SAW, " Lupa nikmat, zalim ketika memperoleh nikmat, tidak peduli kepada orang lain, menumpuk numpuk harta, berlomba lombadalam hal keduniaan, memutuskan silaturahmi, saling mendengki dan saling membunuh.

Rasulullah SAW bersabda :
" Janganlah bersenang senang di atas penderitaan orang lain, karena Allah SAW akan mengampuni orang itu dan engkau akan di timpa bencana".

Rasulullah SAW bersabda :
" Yang paling aku takuti dari umatku adalah mereka berlomba lomba memperbanyak harta, lalu mereka saling dengki dan saling bermusuhan satu sama lain."

Ketahuilah bahwa ada delapan bahaya yang timbul dari rasa dengki dan hasad

1. Merusak ketaatan

    Rasulullah SAW bersabda :
    " Jauhilah rasa dengki karena rasa dengki itu menghapus kebaikan seperti api membakar kayu bakar dan  rumput."

2. Menjurus kepada perbuatan maksiat, karena hasad tidak terlepas dari bohong, caci maki, fitnah, ghibah.

3. Meniadakan syafaat .

     Nabi SAW bersabda :
     " Bukanlah termasuk umatku orang yang mempunyai sifat dengki, suka adu domba, mempunyai ilmu kedukunan dan akupun tidak termasuk mereka."

4. Menyebabkan masuk neraka.

Dari Ibnu Umar dan Anas bin Mali RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
" Ada enam orang masuk neraka tanpa dihisab. Ditanya Rasulullah SAW : " Siapa mereka?" Rasulullah SAW menjawab : " Pemimpin yang khianat, bangsa Arab yang fanatik, penjajah yang sombong, pedagang yang khianat, orang desa yang sombong, ulama yang mempunyai sifat dengki.

5. Menyebabkan suka mengoda/ menganggu kepada orang lain.

6. Mengakibatkan rasa letih dan takut yang tidak ada gunanya bahkan selalu di barengi dengan perbuatan dosa dan maksiat.

7. Menyebabkan buta hati, di mana ia tidak dapat menerima dan memahami hukum hukum Allah dengan baik.

8. Sifat hasad menyebabkan kegagalan dan yang pada akhirnya tidak dapat mencapai maksudnya dan selalu dikalahkan lawannya.

Obat Dengki Dalam Hati

Obat Dengki menurut Ilmu.

1. Mengetahui bahwa dengki adalah penyakit yang merugikan diri sendiri di dunia maupun di akherat.
2. Dengki melukai hati kita.
3. Orang yang di cemburuitidak akan merasa rugi baik di dunia maupun di akherat.
4. Pahala orang yang di dengki di dunia ini dan di akherat nanti akan terungkap.

Obat Dengki menurut Amal

Apabila penyebab penyakit "dengki" adalah takabur, maka obatnya adalah berlaku rendah hati.

Apabila penyebab penyakit "dengki" mendorong untuk merusak atau menghancurkan harta orang lain, maka obatnya adalah menolongnya.

Tindakan dengki lazimnyadiungkapkan dengan fitnahdan kebohongan. Maka orang yang dengki akan menjadi pembohong karena menyenangkan sifat dengki yang ada di dalam hati. Apabila dengki diungkapkan pada organ organ tubuh luar, maka meminta maaf hukumnya wajib.